Tak Ada Pintu Darurat

Jarang sekali orang bisa membedakan antara bekerja sebagai pengabdian dan bekerja sebagai suatu usaha. Seorang pegawai negeri menemui Ustadz Dillah untuk mendapatkan sarana demi mencapai cita-citanya.

“Sarana apa yang harus saya miliki supaya bisa cepat menjadi kaya?” tanya pegawai bersungguh-sungguh.

“Tinggalkan jabatanmu dan berwiraswastalah,” jawab Dillah.

“Tidak mungkin! Itu satu-satunya mata pencarianku,” kata pegawai.

“Itu pengabdian, bukan mata pencarian. Engkau digaji karena mengabdi kepada pemerinah,” jawab Dillah.

“Tetapi banyak pejabat yang bisa menjadi kaya,” bantah tamunya. Baca lebih lanjut

Rumah Indonesia

Kini semakin banyak paradigma yang berkembang di Indonesia. Jika dahulu lebih baik berobat saat tanda-tanda sakit terlihat, kalau sekarang lebih baik check-up/kontrol sebelum datangnya tanda-tanda sakit. Jika dahulu orang tua lebih suka anaknya langsung bekerja dan menghasilkan uang, sekarang sudah banyak yang melanjutkan pendidikan anaknya sampe lulus sarjana. Intinya kini di Indonesia sudah banyak orang yang mengutamakan tindakan preventif dan jangka panjang. Perkembangan ini bisa terlihat dari banyaknya sarana-sarana inovatif untuk masyarakat indonesia. Baca lebih lanjut

Mereka senang, sayapun senang

Setelah lama mengoprek2 profil, kegiatan, prinsip hidup, dan perjuangan kemenangan pak Morsi yang kini jadi Presiden mesir, Alhamdulillah, saya bersyukur, dimasa hidup saya, saya masih bisa melihat kemenangan yang terlahir karena berlandaskan Islam, meskipun ini hanya sebagian kecil kemenangan yang diberikan oleh Allah.. Baca lebih lanjut

Satu hari tanpa baca, Satu tahun tanpa terasa

Image

Begitulah tepatnya kalimat yang terpampang besar di depan Perpustakaan Daerah di Kota Tembilahan. Oleh karena kalimat ini pulalah, yang memberikan inspirasi, seandainya tanpa baca buku sehari saja bisa berakibat jarangnya atau bahkan tidak sama sekali membaca dalam setahun, lalu bagaimana dengan Al-Quran itu sendiri? yang terkadang tanpa disadari, kita sedikit menyia-nyiakan usaha keras Nabi Muhammad dan saudara2nya di masa dahulu untuk mengumpulkan dan membukukannya..

Jika melihat kalimat tersebut, sungguh tersimpan sastra melayu yang sangat baik, tentunya agak sedikit aneh susunan SPOK-nya  dalam tata kalimat bahasa indonesia, terutama dalam kalimat kedua. Akan tetapi di sastra melayu hal itu semacam ‘rule’ untuk menyamakan akhiran kalimat dalam sajaknya, karena yag dilihat adalah keindahannya ketika diucapkan. Pada kalimat pertama, kalimat baca yang memiliki akhiran huruf vokal ‘a’ maka akan berakhir ‘a’ juga pada kalimat berikutnya, sehingga kata terasa-pun digunakan agar memiliki akhiran ‘a’.

Hmm sungguh indah dalam memahami sastra melayu, Baca lebih lanjut

Bukan sekedar hunian biasa…

“Jadikan kostanmu bukan sekedar tempat tinggal…” (Forhuman)

Begitulah tepatnya jargon yang sering digaungkan disekitar lingkar Kampus IPB. Sebuah jargon yang tampak sebagai ajakan kepada mahasiswa IPB agar dapat mengisi beragam kegiatan bermanfaat di kostannya.

Forhuman ini setelah surfing di forhumanipb.blogspot.com ternyata adalah Forum Hunian Madani.. hehe itu mah kepanjangan dari Forhuman. Yap ternyata memang belum ada deskripsi yang jelas tentang Forhuman di dunia maya. Setau saya Forum ini sudah banyak mensosialisasikan dirinya keseluruh mahasiswa IPB. Mungkin keseringan menggunakan media cetak kali ya, sehingga tidak banyak yang bisa diakses melalui dunia maya. Seperti yang terlihat di pamflet diatas, sehubungan dengan masuknya generasi baru di Kampus IPB, yaitu angkatan 49, pengurus Forhuman menyediakan hunian khusus buat adik dan keluarganya yang belum masuk asrama.. Ayo ayo nginep di hunian forhuman saja 🙂

Sebenarnya sudah sangat banyak kost-kostan di lingkar kampus IPB yang sudah bergabung dengan Forhuman ini. Seperti kostan putra: Al-izzah A, Al-Izzah B, Al-Inayah, Madani, Madinah, Kastil Ummi, Badut, Batu, Pondok KPK, dan Pondok PK. Kostan putri: Al-Iffah, Wisma Ayu, dan masih banyak yang lainnya, ga hafal euy. Kost2an ini biasanya memiliki program-program kegiatan yang mereka sepakati. Seperti Al-Izzah A misalnya, mereka biasa melakukan ta’lim mingguan, yang berisi kajian mulai dari bahasan keislaman hingga kajian kontemporer, sang mas’ul (sebutan untuk ketua kostan) biasanya membuka rapat sehabis pertemuan ta’lim. Bahasan yang dibahas tentunya menagih yang belum bayar uang bulanan hehe, setelah itu dibahas pula kegiatan apa yang mau diadakan, apakah silaturrahim, gotong royong, dan kegiatan yang tujuannya agar dekat dengan masyarakat.

Di Kastil Ummi juga, mereka selalu melakukan trobosan seperti membantu Remaja Masjid disana untuk berbagai kegiatan Hari Besar Islam. Selain itu pula Baca lebih lanjut

Dan perdamaian itu lebih baik bagi mereka…

Alhamdulillah bertemu kembali.. dalam kesempatan ini, saya mencoba berbagi tulisan tentang bagaimana Allah memberikan pesan perdamaian kepada kita. Sehubungan dengan gugatan dari beberapa negara yang menyatakan bahwa indonesia sekarang bukanlah negara yang damai. Tulisan ini disadur dari buku Menikmati Hidangan Al-Qur’an yang di tulis oleh Aidh Al Qarni tahun 1424 H di Riyadh. Bahasan yang disuguhkan sangat lugas, penuh dengan keindahan sastra, dan pemaknaan yang sangat mendalam. Sehingga benar-benar bisa merasakan keindahan dan kenikmatan dari Al-Qur’an, layaknya menikmati sebuah hidangan makanan. Hmm yummy..

“Dan perdamaian itu lebih baik bagi mereka, walaupun jiwa-jiwa manusia itu menurut tabiatnya kikir” (an-Nisa: 128)

Persengketaan bisa diselesaikan dengan salah satu dari dua cara: putusan pengadilan atau perdamaian. Jika diselesaikan dengan putusan pengadilan maka harus adil dan konsekuen. Tetapi putusan pengadilan bisa meninggalkan dampak yang kurang baik di hati salah satu pihak yang bersengketa. Seperti kita maklumi bahwa kebenaran tidak akan bisa diterima oleh semua pihak. Ada sebuah syair:

Separuh manusia adalah musuh bagi yang menegakkan hukum andai dia berlaku adil

Dengan demikian, menempuh jalan damai adalah lebih baik dan lebih selamat, sebab cara damai didasarkan pada kemurahan hati dan sifat lapang dada. Cara penyelesaian damai ini terjadi dengan sendirinya tanpa keputusan yang dikeluarkan oleh seseorang tetapi dari perangai dan tabiat yang baik. Orang yang berusaha menempuh jalur damai akan dibenarkan, dibantu, dan disenangi oleh banyak orang. Dia dianggap ingin membangun dan mewujudkan kebaikan. Sesuai dengan hal ini, Nabi Syu’aib as pernah berkata:

“Aku tidak bermaksud kecuali untuk mendamaikan selama aku masih berkesanggupan” (Hud: 88)

Nabi Syu’aib memaafkan orang yang telah melukai kehormatannya. Demikianlah jalan damai itu adalah baik dilihat dari sisi manapun. Baca lebih lanjut

Ingin damai? ke Indonesia aja… (3)

Indonesia itu kaya, kaya budaya, kaya kesenian, kaya ras, golongan, dan agama.  Selain itu juga, secara fisik memang kaya, banyak pulau, emas dan minyak yang melimpah, tinggi kekayaan lautnya, begitu juga dgn flora dan faunanya. Ya itulah kenapa dulu Belanda benar-benar ingin menguasainya dengan jargon Gold, Glory, dan Gospel, yang akhirnya setelah kita ketahui memang belanda berhasil meraih Gold dari kekayaan alam Indonesia dan Glory dengan mengambil alih pemerintahan selama 3,5 abad. Akan tetapi tidak banyak media atau literasi yang mengangkat tentang ketidakberhasilan pencapaian tujuan yang ke-3, yaitu Gospel (menciptakan negara dgn tata aturan agama kristen), memang agama kristen masuk dalam jumlah yang besar pada saat itu, akan tetapi penerapannya untuk mengelola negara belum dapat dikatakan berhasil.

Alhasil di Indonesia saat ini berkembang sistem Demokrasi, yang kemudian diyakini dan dapat dirasakan langsung manfaatnya, yaitu kita MAMPU hidup berdampingan antar agama, ras, dan golongan. Karena itu pulalah, kita menjadi bangsa yang lebih cepat pembelajarannya dibandingkan Negara lain baik tingkat Asia maupun Dunia dalam menerapkan norma kehidupan, yaitu KEDAMAIAN.

Namun sangat disayangkan saat ini, banyak kelompok2 yang mengaku Silent Majority (kelompok minoritas yang mengakui memiliki keterwakilan dari suara mayoritas), atas nama Hak Asasi Manusia, Kebebasan, Reformasi kemudian melakukan penuntutan dari hal-hal yang sudah tertata rapih dan tidak dipermasalahkan sebelumnya.. Kasus-kasus ini semakin terkuak ketika melibatkan unsur keagamaan, yang kemudian menggiring pencitraan negatif terhadap ormas2 Islam dan menimbulkan banyak kebingungan (difusi isu).  Kita sebagai warga Negara Indonesia, sudah seharusnya mulai berpikir dan bijak dalam mencerna media, karena media saat ini sudah perang kepentingan, sehingga tidak dapat diserap hanya dalam satu bagian, sudah keharusan bagi kita untuk bisa menganalisisnya secara utuh dan mengikuti terlebih dahulu perjalanannya baru kemudian bisa mengangkat kesimpulan.

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya, Indonesia saat ini sangat didiskreditkan akan isu toleransi dalam beragama. Soalnya dari pertemuan UPR dewan HAM PBB di Jenewa itu ternyata banyak negara yang angkat suara tentang Indonesia, ada apa dengan Indonesia? apa yang memang kalian ketahui? Banyak media yang kemudian angkat bicara baik internasional maupun nasional. Berdasarkan beberapa yang saya baca, ada yang mengatakan isu itu timbul dari LSM Indonesia sendiri yang memulai pembahasan bahwa Indonesia tidak toleran. hmm benarkah? Baca lebih lanjut

Ingin damai? ke Indonesia aja… (2)

JAKARTA – Mantan wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), menolak tudingan yang menyebut Indonesia sebagai negara yang intoleran terhadap umat beragama. JK menyebut pernyataan intoleransi yang terlontar di forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu bukan atas nama lembaga internasional itu, melainkan perorangan. “Orang berbicara disitu bukan atas nama institusi PBB. Jadi, tidak ada-lah intoleransi di Indonesia,” ujar Jusuf Kalla di Masjid istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (4/6).

Menurut ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, tidak mungkin PBB mengatakan Indonesia adalah negara yang intoleran terhadap umat beragama. JK menilai tudingan tersebut datang dari sisi perorangan dan bukan atas nama forum internasional itu. “Di Amerika saja mana boleh orang sembarangan bikin masjid,” kata JK.

Jika di Amerika tidak boleh sembarangan membangun tempat ibadah termasuk masjid, maka lain halnya di Indonesia yang tingkat pembangunan masjidnya cukup tinggi dibandingkan negara lain.

JK menyebut, jika intoleransi tersebut terkait dengan kasus batalnya konser Lady Gaga, maka hal itu tidak bisa dijadikan tolak ukur dengan menyebut Indonesia sebagai negara yang intoleran. JK menilai juga tidak mungkin. Pasalnya, di mana-mana konser Lady Gaga mendapat protes. “Seperti di China, Filipina dan negara lainnya. Jadi di mana-mana negara lain masalah itu ada saja. Masing-masing punya masalah,” kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu. “Jadi tidak ada menurut saya tudingan intoleran itu. Salah tudingan itu,” ujarnya.

Itu adalah kutipan dari berita di FPI.or.id, kaget jg kenapa ada FPI yang postin ini yah? oh ternyata berita itu jg forwardan dari situs Arrahmah.com
hmm menarik memang, jika ternyata isu lady gaga dan beberapa masalah terkait pendirian gereja jadi ‘berita besar’ di PBB. PBB loh.. tingkat internasional.. memang mantaps Indonesia..

Masuk deh kaitan kaitannya dengan FPI Baca lebih lanjut

Ingin damai? ke Indonesia aja.. (1)

Tulisan ini sengaja saya posting disini, karena barusan baca statusnya saudara saya, Azhar Anas, tentang sisi lain dari Indonesia dibanding negara lainnya. Terkadang kita sendiri sebagai negara Indonesia sering berpikir, kenapa Islam begitu mengekang HAM di Indonesia? kenapa harus ada Islam garis keras seperti FPI? apakah FPI tidak bisa lembut dan bermurah hati? apakah Islam di Indonesia tidak bisa mentoleransi pendirian Gereja? kayaknya dipersulit kalau di Indonesia deh… dan banyak pertanyaan2 lainnya. Yang terkadang tanpa kita sadari itu semua terbentuk sebagai akumulasi dari asupan media yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan..

Di tulisan ini, ada seorang yang bernama KH Hasym Muzadi, yang tengah membantah banyak tudingan baik dari dalam maupun luar Indonesia tentang Islam dan Indonesai. KH Hasyim Muzadi ini setelah googling (thanx ya google) adalah Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace), Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU.

Beliau menanggapi tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia yang dilakukan oleh sejumlah delegasi negara anggota dewan HAM PBB dalam sidang tinjauan periodik universal II (Universal Periodic Review – UPR) di Jenewa, Swiss.

ini dia is pidato KH Hasym Muzadi di Jakarta yang menghebohkan dunia barat…
“Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.

Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, Baca lebih lanjut

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang

Tulisan ini dikutip dari buku Nikmatnya hidangan Al-Qur’an oleh  ‘Aidh Al-Qarni, sebuah refleksi yang sangat cocok dengan kondisi di Indonesia saat ini, kayaknya memang semua sudah abu-abu, yang baik dibilang muna, yang licik dibilang cerdas dan pahlawan..

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang” Al Muthaffifin (83):1)

Mereka adalah golongan manusia yang selalu menuntut haknya dari orang lain, tetapi tidak pernah memenuhi hak orang lain yang mereka tanggung. Hak mereka yang ada pada orang lain selalu terpenuhi secara sempurna, sedangkan hak orang lain yang ada padanya selalu kurang. Jika keputusan hukum berpihak kepada mereka, mereka akan menerimanya dengan senang hati, namun sebaliknya apabila merugikan mereka akan menolaknya mentah-mentah.

Mereka memiliki standar ganda dalam hukum, perkara, dan hak. Mereka dan orang yang mereka sukai selalu benar, selalu bebas, kehormatannya terlindungi, dan harta bendanya terjaga. Sementara orang lain selalu salah dan tertuduh, tidak memiliki hak, kehormatan, dan perlindungan.

Jika menakar atau menimbang untuk diri mereka sendiri maka bobot akan dilebihkan, dan apabila melakukannya untuk orang lain akan mereka kurangi. Jika memutuskan suatu perkara maka kebenaran selalu berpihak kepada mereka, tetapi jika memutuskan perkara untuk orang lain, maka mereka sewenang-wenang dan melanggar hak. Jika berdebat dalam suatu masalah apa saja maka semua bukti selalu menguatkan posisi mereka, sedangkan lawan debatnya selalu salah, zalim, serta tidak memiliki bukti dan alasan.

Apabila menulis sejarah, kelebihan dan pujian selalu berada di pihak mereka dan para pengikut mereka, sedang cacian dan kekurangn selalu mereka tunjukkan kepada orang yang berselisih dengan mereka. Seorang alim yang tidak seberapa dalam ilmunya, bisa menjadi “yang paling alim” jika dapat mengambil hati mereka. Sebaliknya orang yang sungguh-sungguh alim dan benar-benar menguasai ilmunya, apabila dibenci oleh kelompok orang curang itu, justru akan didanggap sebagai ulama yang lemah dan ilmunya tidak meyakinkan. Soerang penceramah yang datar, dirngin, dan membosankan akan menjadi khatib yang lantang dan menyentuh hati bila berasal dari kalangan orang-orang yang curang itu, sedang khatib yang fasih, pintar, dan memukau akan menjadi khatib yang dingin, datar, dan membosankan apabila berselisih pendapat dengan mereka.

Baca lebih lanjut

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.