Kalau Mampu, Jika Tak Mampu….

Maka, jika kau mampu, jadilah lampu besar yang benderang. Memberi sinar dan mengusir kegelapan, bahkan bercahaya menampakkan pemandangan. Kau buat sekitarmu, menikmati terang dan tak dirundung pekat kegelapan.

Tapi jika kau tak mampu, tak mengapa. Jadi saja lentera kecil, meski sinarnya temaram tapi itu berguna untuk dirimu agar tak sesat di tengah kegelapan. Mungkin tidak seterang lampu besar, mungkin tidak sebenderang sinarnya, tapi lentera itu insya Allah menjagamu agar tak dirundung kegelapan.

Jika kau tak mampu menjadi besar, tak mengapa. Jadi kecil saja, mandiri, tak menjadi beban, dan tak pula menjadi penghalang. Itu pun, cukup sudah, di ujung perjalanan kita akan bertemu sebagai orang-orang yang dipersatukan dalam kebaikan. Insya Allah. Amin!

Begitulah kutipan dari tulisan Ustad Herry Nurdi… di penerang.com
Ada dorongan kerinduan kepada ustad ini, entah kenapa langsung kepengen searching di google. Dulunya memang sempat melihat beliau ngisi Kajian Subuh di Bank Indonesia, tepatnya saat 25 ramadhan 1433 H kemarin.

Bisa dikatakan, itu pertemuan pertama yang membuat saya langsung simpatik. Selama menjadi pembicara, baru pertama kali saya melihat ustad mengisi di masjid dengan memakai LCD, Laptop, dan sembari mengeluarkan Samsung Galaxy Notenya untuk menampilkan Video di Youtube kepada hadirin semuanya. Secara saya yang memang orangnya juga interest sama gadget dan teknologi.

Simpatik ini bukan sebatas fisik saja. Beliau saya rasa adalah orang yang sangat pandai dalam mencitrakan muslim yang sesungguhnya. Saat itu beliau sedang membahas tentang Penyebab Umat Muslim diserang dalam Perang Salib. Yang saya pikirkan adalah, jika kita sedang membahas umat muslim yang sedang dibantai oleh musuh2nya, tentu pembahas tersebut akan bernada tinggi, luapan emosi, dan terkadang ada yang betul2 menghinakan musuh islam itu, namun beliau tidak. Ada yang berbeda, setidaknya dia membahasakan itu semua dengan penuh kasih sayang terhadap umat muslim, mengevaluasi kinerja ulama dengan penuh santun, dan selalu tersenyum..

Saya kira, masih banyak ustad/ulama yang betul2 hebat dan berpengaruh di sekitar kita. Mencintainya, meski belum menjadi budaya, sebenarnya tak mengapa.. karena InsyaAllah Ustad/ulama tentunya orang yang selalu mendekat kepada Allah, dan insyaAllah adalah kekasihNya pula..

Iklan

2 thoughts on “Kalau Mampu, Jika Tak Mampu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.

%d blogger menyukai ini: