Rumah Indonesia

Kini semakin banyak paradigma yang berkembang di Indonesia. Jika dahulu lebih baik berobat saat tanda-tanda sakit terlihat, kalau sekarang lebih baik check-up/kontrol sebelum datangnya tanda-tanda sakit. Jika dahulu orang tua lebih suka anaknya langsung bekerja dan menghasilkan uang, sekarang sudah banyak yang melanjutkan pendidikan anaknya sampe lulus sarjana. Intinya kini di Indonesia sudah banyak orang yang mengutamakan tindakan preventif dan jangka panjang. Perkembangan ini bisa terlihat dari banyaknya sarana-sarana inovatif untuk masyarakat indonesia.

Salah satu sarananya adalah “Rumah Sehat”yang kini berdiri kokoh di RSAB Harapan Kita, Slipi-Jakarta. Rumah Sehat ini hampir selalu penuh dikunjungi mulai dari batita, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Rumah ini memang melayani fasilitas berobat akan tetapi lebih mengutamakan layanan konsultasi gizi, layanan kesehatan, dan Pendidikan Anak Usia Dini. Sehingga didalamnya dapat kita temukan beragam tokoh kartun yang unik dan terpajang di dinding-dinding. Layaknya taman bermain anak-anak, Rumah Sehat memberikan kenyamanan untuk anak-anak dalam bermain. Rumah Sehat mengupayakan agar orang yang sehat mampu menjaga keseimbangan asupan agar kesehatan optimal, begitu juga untuk anak-anak, diharapkan dapat mencapai perkembangan yang sehat dan optimal pula. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita mulai konsen terhadap gizi dan kesehatan tubuh kita meskipun belum terlihat tanda-tanda kita sakit. Pastinya tidak akan ada yang mengaku sehat 100% kan?

Selain Rumah Sehat, juga ada “Rumah Pintar”. Istilah ini baru saya temui di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Rumah Pintar ini tergolong langka dan perlu dilestarikan, sejauh yang saya ketahui cuma ada satu di Indonesia, yaitu di Bantul Yogyakarta. Rumah Pintar ini merupakan salah satu program dari Baznas yang menjadi pusat pembelajaran masyarakat. Di dalamnya terdapat perpustakaan dengan 5.000 unit buku, sarana bermain edukatif, peralatan ketrampilan bagi anak, remaja, ibu dan masyarakat sekitarnya.Rumah Pintar juga menjadi posyandu untuk memantau gizi anak, tempat berlatih menjahit ibu-ibu, tempat belajar komputer bagi anak dan remaja serta tempat para petani belajar cara pertanian yang baik, lebih dari 9800 orang terlayani dalam program ini. Jadi di dalam satu rumah, terdapat banyak program pemberdayaan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pusat kreativitas.

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) juga membangun “Rumah Peradaban”. Rumah Peradaban ini diinisiasikan oleh mahasisa IPB penerima beasiswa PPSDMS ini dua tahun yang lalu. Tidak banyak informasi yang ditemukan. Setahu saya, ketika dahulu datang di launchingnya Rumah Peradaban, Rumah Peradaban yang sering di singkat RP ini berfungsi untuk mencetak leader-leader dari mahasiswa agar memiliki kompetensi yang berguna untuk memimpin ditengah-tengah masyarakat. Salah satu programnya adalah mengadakan kuliah kepemimpinan, training outdoor dan indoor. Saat ini program RP lebih banyak ditujukan untuk mahasiswa baru IPB. Hmm beruntung kalian.

Masih ada lagi, yaitu Rumah Quran IPB. Pastinya ini adalah rumah yang selalu berhubungan dengan Quran. Rumah Quran yang disingkat RQ ini juga didirikan ditahun yang sama dengan RP. Rumah Quran. Bukan hanya di IPB, RQ ini juga bisa ditemukan di UI, ITB, PPPA, dan banyak pesentren lainnya. RQ IPB ditujukan untuk mahasiswa IPB yang siap menjalani pembinaan selama 2 tahun untuk menjadi tahfizh quran. Tetapi yang baru berdiri hanya untuk akhwat/mahasiswi IPB, yang ikhwan/mahasiswa sedang dalam tahap pembentukan juga ditahun ini.

Masih banyak lagi sepertinya, hanya saja tidak banyak pula yang ter-show up oleh media. Oleh karena itu, semoga rumah-rumah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus melakukan inovasi demi pengabdian kepada masyarakat.

Iklan

3 thoughts on “Rumah Indonesia

  1. Ping balik: Jokowi Jadi Inspirasi Pemberdayaan Masyarakat | inspirasi.me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.

%d blogger menyukai ini: