Satu hari tanpa baca, Satu tahun tanpa terasa

Image

Begitulah tepatnya kalimat yang terpampang besar di depan Perpustakaan Daerah di Kota Tembilahan. Oleh karena kalimat ini pulalah, yang memberikan inspirasi, seandainya tanpa baca buku sehari saja bisa berakibat jarangnya atau bahkan tidak sama sekali membaca dalam setahun, lalu bagaimana dengan Al-Quran itu sendiri? yang terkadang tanpa disadari, kita sedikit menyia-nyiakan usaha keras Nabi Muhammad dan saudara2nya di masa dahulu untuk mengumpulkan dan membukukannya..

Jika melihat kalimat tersebut, sungguh tersimpan sastra melayu yang sangat baik, tentunya agak sedikit aneh susunan SPOK-nya  dalam tata kalimat bahasa indonesia, terutama dalam kalimat kedua. Akan tetapi di sastra melayu hal itu semacam ‘rule’ untuk menyamakan akhiran kalimat dalam sajaknya, karena yag dilihat adalah keindahannya ketika diucapkan. Pada kalimat pertama, kalimat baca yang memiliki akhiran huruf vokal ‘a’ maka akan berakhir ‘a’ juga pada kalimat berikutnya, sehingga kata terasa-pun digunakan agar memiliki akhiran ‘a’.

Hmm sungguh indah dalam memahami sastra melayu, semoga dengan keindahan kalimat tersebut, kita semakin tergugah untuk membaca buku. Jika buku adalah penunjuk ilmu yang berhasil dihimpun di Dunia, maka Al-Qur’an adalah ilmu dasarnya yang telah menembus Dunia.. Jadikanlah mereka pedoman kita… Semoga bisa berbagi & bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.

%d blogger menyukai ini: