Ingin damai? ke Indonesia aja.. (1)

Tulisan ini sengaja saya posting disini, karena barusan baca statusnya saudara saya, Azhar Anas, tentang sisi lain dari Indonesia dibanding negara lainnya. Terkadang kita sendiri sebagai negara Indonesia sering berpikir, kenapa Islam begitu mengekang HAM di Indonesia? kenapa harus ada Islam garis keras seperti FPI? apakah FPI tidak bisa lembut dan bermurah hati? apakah Islam di Indonesia tidak bisa mentoleransi pendirian Gereja? kayaknya dipersulit kalau di Indonesia deh… dan banyak pertanyaan2 lainnya. Yang terkadang tanpa kita sadari itu semua terbentuk sebagai akumulasi dari asupan media yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan..

Di tulisan ini, ada seorang yang bernama KH Hasym Muzadi, yang tengah membantah banyak tudingan baik dari dalam maupun luar Indonesia tentang Islam dan Indonesai. KH Hasyim Muzadi ini setelah googling (thanx ya google) adalah Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace), Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU.

Beliau menanggapi tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia yang dilakukan oleh sejumlah delegasi negara anggota dewan HAM PBB dalam sidang tinjauan periodik universal II (Universal Periodic Review – UPR) di Jenewa, Swiss.

ini dia is pidato KH Hasym Muzadi di Jakarta yang menghebohkan dunia barat…
“Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.

Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.

Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?

Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM? Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis ?!

Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekedar Weternisme (Kebarat-baratan)”.

kayaknya kita mesti pinter2 cerna media2 di Indonesia deh.. mesti banyak wawasan2 yang positif.. biar ga dibilang ketinggalan info tentang Islam..

Iklan

2 thoughts on “Ingin damai? ke Indonesia aja.. (1)

  1. Ping balik: Ingin damai? ke Indonesia aja… (2) | Hadi Guna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.

%d blogger menyukai ini: