Pendewasaan Demokrasi…

Setidaknya apa yang dikatakan ustad yusuf mansur itu menurut saya bagus banget, “untuk apa adanya perdebatan, untung-untung perdebatan itu berujung pada eksekusi, kalau tidak mendingan ga usah”. Saya jadi kepikiran kalau sebenarnya kita sebagai orang Indonesia tuh sedang memasuki tahapan pendewasaan demokrasi. Berat amat istilahnya, Pendewasaan demokrasi. Hehe..
Indonesia memang dilihat banyak kelompok sebagai ladang basah untuk mengembangkan demokrasi itu sendiri, soalnya dinegara2 lain, termasuk juga negara yang mengakunya Adidaya (USA) mengalami kegagalan demokrasi. Bisa dibayangkan saat ini mereka berkoar-koar untuk menjelaskan bagaimana demokrasi yang seharusnya, tapi kenyataannya berkat demokrasi juga mereka tidak mampu membendung budaya ngedrug dan minum alkohol di warga negaranya. Bahkan mereka juga tidak mampu mengarahkan agar melakukan sex yang benar, adanya ya diluar pernikahan. Daripada ntar setelah nikah ga boleh cerai, mending sex diluar nikah, lebih safe dan ini adalah hak kami. Mungkin begitulah yang mereka pikirkan. Jadi, wajar aja kalau Indonesia sekarang banyak dilirik, soalnya demokrasi yang berkembang lumayan mengantarkan Indonesia menuju peradaban yang lebih baik. Setidaknya kultur tradisional dan islam masih tetap terjaga, sehingga pantas kalau dikatakan demokrasi di Indonesia kian dewasa.
Pendewasaan ini menyebabkan banyaknya kelompok2 yang melirik Indonesia dan menginginkan agar demokrasi bisa berkembang sesuai dengan yang mereka inginkan. Banyak dan beragam pemikiran yang ingin ditanamkan. Setidaknya ada yang berusaha islam tetap terjaga keasliannya, ada yang betul2 menjaga sehingga islam ga usah ikut campur dengan pemerintahan dan politik :), ada juga yang menginginkan kebangkitan islam di Indonesia (insyaAllah) dengan menerapkan sistem bandingan demokrasi, yaitu sistem khilafah. Bahkan ada yang aneh sekali, dengan bangga menjelaskan diri mereka orang Sipilis (sekurelis, Pluralis, dan Liberalis) sehingga menginginkan islam yang setara dengan agama lain, dan islam yang dikembangkan dengan sesuka hati. Belum lagi pembodohan massal dengan mengaku sebagai nabi baru, pewaris nabi, dan islam yang lainnya. Pokoknya intinya islam yang beragam deh.

Padahal islam ya islam, satu islam. Menurut saya ya Islam yang mampu mengembangkan peradaban yang positif, maju dengan karya, khasanah, moralitas, intelektual, dan pengaruhnya terhadap yang lain. Termasuklah pengertian islam yang menyeluruh, tidak ada satupun yang luput dari pengaruh atau tata aturan islam. Islam ya mengatur moral, budaya, dan seni, mengatur karakter manusia, mengatur rumah tangga dan kehidupan sosial, juga mengatur negara dan kesatuan negara islam se Dunia. Sehingga tampak aneh memang jika kita memisahkan islam dengan kehidupan bernegara. Liat saja saat ini, korupsi makin marak, mana ulama-ulama yang dulunya jadi panutan? Adanya sekarang pemerintah sendiri yang tidak lagi dekat dengan ulama, mungkin tak satupun meningat Allah saat menyusun anggaran dan program kerja, belum lagi ulama yang kini banyak tidak mau ikut campur dengan urusan pemerintah. Ya jadinya habislah semuanya. Korupsi, korupsi dan korupsi.
Yang perlu ditekankan disini, memang kita akan memasuki dunia penuh pemikiran, perdebatan, dan diskusi yang kesana kemari. Intinya semua yang kita lakukan harus nih dieksekusi, jangan Cuma ngomong doang, harus ada hasilnya, hasilnya pun yang bermanfaat. Rasakan saja sendiri, kalau hati nurani merasa aneh dengan apa yang diomongkan atau dilakukan, koreksilah dan perbaikilah. Jangan malah jadi angkuh dan akhirnya ga melakukan sama sekali, atau bahkan melakukan sesuatu yang justru memojokkan islam itu sendiri. Untuk apa kemudian kita berbicara liberal, reformasi, sekuler, toh ujung-ujungnya belum ada manfaat yang bisa diberikan? Juga termasuk ketika kita membicarakan perlunya mengadakan ta’lim, majelis, bahkan sampai ke tataran khilafah tapi tak satupun diantara kita yang mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara? Jangan lah kita begitu, selagi kita masih ada disini, di Indonesia, kita adalah orang yang memiliki andil besar untuk pendewasaan demokrasi ini, dan mengarahkan Indonesia menuju negara yang tetap memilikikultur sesuai dengan tatanan islam. Jika tidak kuat dengan syariat sepenuhnya, ya bertahaplah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.

%d blogger menyukai ini: